Yuk kenali perbedaan Botox dan Filler!

Yuk kenali perbedaan Botox dan Filler!

Write By : Administrator | 05 Aug 2019

Botox dan filler adalah perawatan kecantikan yang sama-sama diberikan melalui suntikan. Keduanya sama-sama termasuk perawatan yang tidak melibatkan operasi. Meski sama-sama melalui suntikan, kedua prosedur ini sangat berbeda. Yuk kenali terlebih dahulu beda filler dan botox agar Anda tidak salah pilih prosedur.

Botox atau filler

Kerutan dinamis lebih cocok diperbaiki menggunakan prosedur botox. Area yang biasa diperbaiki adalah wajah bagian atas mata, area antar-alis dan dahi. Sementara kerutan statis lebih sering diperbaiki menggunakan botox (untuk otot yang kendur) dan dikombinasikan dengan filler (untuk menghilangkan garis-garis wajah sisanya). Filler bisa digunakan untuk mengisi kekosongan volume pada wajah bagian bawah, seperti pipi dan garis senyum. Selain itu, filler juga bisa digunakan untuk menambah volume, seperti bagian tulang pipi yang menonjol karena faktor usia atau untuk membuat bibir tampak lebih penuh. Kebanyakan pasien tidak memerlukan anastesi untuk menjalani botox atau filler, kecuali pada area sensitif seperti bibir karena cairan filler akan diinjeksikan. Tidak semua kerutan dan lipatan kulit perlu diperlakukan sama. Selain itu, tidak umum untuk menggunakan filler wajah dan botox pada satu kali janji. Jadi, jika kamu tertarik melakukan prosedur ini, konsultasikanlah pada ahli kecantikan dan pastikan melakukannya dengan aman.

Bahan yang digunakan

Botox menggunakan protein dari bakteri Clostridium Botolinum yang akan disuntikkan ke dalam kulit. Sementara filler menggunakan beberapa bahan yang telah disetujui oleh U.S Food and Drugs Administration atau setara BPOM di Indonesia, seperti:

  • Kalsium hidroksupalatite (Radiesse), senyawa mirip mineral yang ditemukan di tulang.
  • Asam hyaluronat, bahan yang ditemukan di cairan dan jaringan di dalam tubuh untuk menambah kekenyalan kulit.
  • Asam polilaktik, bahan yang dapat merangsang kulit untuk memproduksi lebih banyak kolagen.
  • Polyalkylimide, berbentuk gel transparan.
  • Polymethyl-methacrylate microspheres (PMMA), filler yang bersifat semi-permanen

Ketahanan

Suntik botox biasanya bertahan selama 3 hingga 4 bulan setelah perawatan. Jadi, Anda membutuhkan perulangan suntikan yang cukup sering untuk mempertahankan hasilnya.

Sementara filler efeknya tergantung pada bahan yang digunakan. Namun, biasanya memiliki hasil yang lebih lama dibandingkan dengan botox. Rentang waktunya sekitar 4 bulan hingga 2 tahun. Namun, sama seperti botox Anda tetap membutuhkan perawatan lanjutan untuk mempertahankan hasil yang diinginkan.

Efek samping

Botox memiliki berbagai efek samping seperti memar di kulit yang disuntik, sakit kepala, kelopak mata yang terkulai, dan mata yang mengalami kemerahan dan iritasi.Sementara filler memiliki efek samping yang cenderung lebih banyak seperti reaksi alergi, memar, infeksi, gatal, mati rasa, kemerahan, jaringan parut, hingga luka.